Co-Firing PLTU dengan Cangkang Sawit
Juli 2026 • Co-Firing PLTU
Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Presiden No. 112/2022 mewajibkan PLTU untuk menerapkan co-firing biomassa minimal 5% dari total bahan bakar. Cangkang sawit (PKS) menjadi pilihan utama karena ketersediaannya yang melimpah dan harga yang kompetitif.
Apa Itu Co-Firing?
Co-firing adalah metode mencampur biomassa dengan batu bara dalam sistem pembakaran yang sama. Tujuannya: mengurangi emisi karbon tanpa harus membangun infrastruktur baru. PLTU cukup mencampurkan 5-10% PKS ke dalam boiler batu bara existing.
Kenapa PKS Non-Screening Paling Cocok?
- Harga murah — $60-100/MT vs batu bara $80-150/MT
- Spec cukup — PLTU tidak butuh presisi screening tinggi
- Pasokan stabil — Indonesia produksi 42,5 juta ton CPO/tahun → cangkang melimpah
- Emisi 80% lebih rendah — mendukung target net zero 2060
Kebutuhan PKS per PLTU
| Kapasitas PLTU | Kebutuhan Batu Bara/Bulan | Kebutuhan PKS (5% Co-Firing) |
|---|---|---|
| 100 MW | ~35,000 ton | ~1,750 ton/bulan |
| 300 MW | ~105,000 ton | ~5,250 ton/bulan |
| 1,000 MW | ~350,000 ton | ~17,500 ton/bulan |
Dengan kebutuhan sebesar ini, supply PKS non-screening menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.
💡 Insight: PLN telah sukses uji coba 100% biomassa di PLTU Tembilahan dan Sintang. Permintaan akan terus meningkat.